Hei.
Mungkinkah kita kembali bertemu. Entah pada satu kanal lagu, yang tak sengaja kuputar, dan tak sengaja kau dengar. Atau pada satu kolom komentar, yang kau tuliskan dan tak sengaja kutemukan.
Mungkinkah kita kembali bertemu. Mungkin pada satu tujuan, yang sama-sama kita tuju. Atau pada persilangan jalan yang sama-sama kita lalui. Pada malam panjang yang sama-sama kita sesali. Atau pada satu bintang yang sama-sama kita saksikan Atau cukup pada satu waktu, ketika aku mengingatmu, dan di saat yang sama kau mengingatku.
-
Jalan itu sunyi. Apalagi waktu dini.Kau tahu, setelah aku tahu, aku jadi tak benar-benar tahu. Jalan itu sunyi. Padahal gambarku dulu tidak. Kau tahu, kita adalah pejalan itu. Dan di ujung sana, adalah batas kita. Batas di mana bukit-bukit membentang di belakang kita, dan ombak mencabik-cabik di depan kita. Jalan itu sunyi. Dan kita masih…
-
Tiba-tiba Marke teriak. Pekiknya memecah hening, mengacaukan udara yang bergerak tenang. Ditatapnya langit malam yang maha luas. Dan bergeming. Bocah itu tertegun. Matanya hampir basah. Dadanya sesak. Dan tangannya gemetar. Di kepalanya berhamburan kata-kata yang tak lengkap dan patah. Untuk sesaat ia menyadari bahwa kehidupan sesungguhnya bukan cuma miliknya. Lalu hilang. Berulang kembali. Seakan kepayahan…
-
Di antara jika yang hadir di antara jalan itu. Masih hadir maka di antara jika itu. Aku tersentak. Dan takjub untuk itu.
-
Jangan nangis, Nak. Jangan. Telan. Kunyah dan telan.
-
Langit di atas dan matahari tertinggal jauh di belakangku. Bumi yang kupijak diam, kalut menunggu hujan. Dan aku merasa asing. Terpaku di situ.Detik-detik kuhitung kacau dan berulang. Kupandang lagi bukit-bukit yang berkabut. Sementara angin basah lalu lalang di sekitarku. Dan aku merasa dingin. Terbenam dalam apa yang orang bilang, sebagai kenangan.Kulihat burung-burung terbang rendah di…
-
Apa yang terlewatkan. Yang hilang. Tak kan pulang. Apa yang tertinggal. Dalam-dalam. Sudah lupakan.
-
___ Kupandang jauh. Ke mana langit jatuh. Dan masa depan adalah soal keberanian.
-
Kau begitu sederhana. Sesederhana apa hingga aku tak mampu menjabarkannya. Tololnya aku. _ Selamat hari ini.
-
Kau begitukah? Terjerumus dalam apa entah? Tersesat di antara, ah sudah! Pulanglah.
-
Sejak hujan yang terakhir, kukira kamu mulai berbeda. Jangan sedih. Jangan nangis. Jangan.