Jalan itu sunyi. Apalagi waktu dini.
Kau tahu, setelah aku tahu, aku jadi tak benar-benar tahu.
Jalan itu sunyi. Padahal gambarku dulu tidak. Kau tahu, kita adalah pejalan itu. Dan di ujung sana, adalah batas kita. Batas di mana bukit-bukit membentang di belakang kita, dan ombak mencabik-cabik di depan kita.
Jalan itu sunyi. Dan kita masih berdiri di sini.
Suatu waktu Kau bilang. Tapi aku lupa itu apa. Aku mencoba mengingatnya. Tapi aku kembali lupa. Rasanya ya, sudah kukubur dalam-dalam. Tapi aku lupa di mana. Karena apa? Kau tak pernah memberi tanda. Jeda, setidaknya.
Leave a comment