Langit di atas dan matahari tertinggal jauh di belakangku. Bumi yang kupijak diam, kalut menunggu hujan. Dan aku merasa asing. Terpaku di situ.
Detik-detik kuhitung kacau dan berulang. Kupandang lagi bukit-bukit yang berkabut. Sementara angin basah lalu lalang di sekitarku. Dan aku merasa dingin. Terbenam dalam apa yang orang bilang, sebagai kenangan.
Kulihat burung-burung terbang rendah di atas pematang. Mencari jalan pulang. Ada juga yang hinggap di dahan-dahan. Aku bertanya-tanya, di antara jalan dan rumput liar, ke mana langkah kubawa. Sementara pandanganku semakin kabur, dan awan hitam runtuh perlahan.
“Hei. Adakah yang tersisa setelah semua ini?”
“Mungkin.”
“Atau?”
“Sudahlah!”
“Hei.”
Gemuruh angin dan pertanyaan berhamburan di kepalaku. Aku terpaku semakin dalam. Semakin dalam. Dan tenggelam.
“Hei,” tanyaku.
Leave a comment