A Journey Inward

Hei.

Mungkinkah kita kembali bertemu. Entah pada satu kanal lagu, yang tak sengaja kuputar, dan tak sengaja kau dengar. Atau pada satu kolom komentar, yang kau tuliskan dan tak sengaja kutemukan.

Mungkinkah kita kembali bertemu. Mungkin pada satu tujuan, yang sama-sama kita tuju. Atau pada persilangan jalan yang sama-sama kita lalui. Pada malam panjang yang sama-sama kita sesali. Atau pada satu bintang yang sama-sama kita saksikan Atau cukup pada satu waktu, ketika aku mengingatmu, dan di saat yang sama kau mengingatku.

  • Sometimes we feel that God is not such a fair man. I hate to say it. He may allow a man to meet a woman, a boy to meet a girl, not when they are dressed in their finest clothes, but when they are in their finest sense. Then He decides to rewrite an old…

    Selengkapnya…

  • Begini: Aku menyukai segi empat, kubus atau balok; aku tidak memahami kerapatan zat, ilmu ukur, mesin bubut dan sejenisnya; aku juga tidak memahami tentang akurasi, presisi, cita rasa, atau sekedar cinta. Aku tidak begitu menyukai roti; tapi merasa perlu; tidak perlu ditanya apakah tidak begitu tlah menjadi begitu. Lalu aku ingin membangun sepotong roti, membentuk…

    Selengkapnya…

  • 132

    Kapan terakhir kau temukan senja? Berapa potong yang tersisa? Di musim hujan, segala hal bisa saja tumbuh, mengembang, atau sirna. Kau menghirup embun? Matamu sejuk. Tetapi, adakah yang salah dengan irama detak jantungmu? Mungkin letak tulang hidungmu. Atau detik jam yang mulai kehilangan akurasi. Di mana kau temukan setangkai angkuli? Di sini cuaca sangat sulit…

    Selengkapnya…

  • 131

    Happiness. John said happiness is a warm gun. I dont know what he meant in truth. But I do agree. I meet you, then I just want to shoot myself, always. You dont know how I wanna die. You dont know how I really want to close my old stories with this warm gun. There…

    Selengkapnya…

  • Bonjour

    I’ve waited for you. All of my life. But, do I understand? I don’t understand. I don’t understand why you don’t understand. I understand you never wait me. What is love? No, that is not my question. How is love? That is the question. Are we on a same frequency in interpreting a love? Are…

    Selengkapnya…

  • 130

    The hardest thing is finding you when I have been trapped in a muddle, in a disorder, in time. Indeed, I can’t break away. I can’t go back. Tell me that I can break a blackhole. Should I be smelted like photon? The hardest thing is seeing you when the world almost stops spinning in…

    Selengkapnya…

  • 129

    Kau tak tahu seberapa letih aku menunggumu, juga seberapa jauh tlah mencarimu. Kau tak tahu sekoma apa aku mempertanyakanmu. Kau, adalah titik yang kutuju, adalah titik dari semua temuku. Senang akhirnya menemukanmu. Meskipun untuk sekali saja, meskipun bukan untuk apa-apa. Meskipun hanya untuk suatu hal yang tak bisa kukatakan dan jelaskan. Cukup bagiku. Cukup bagiku…

    Selengkapnya…

  • 128

    Malam di kepalaku kembali kugambar seperti kapak; membelah angin yang beku seperti jarak antara Kau dan aku.Izinkan kuurai bagai debu. 6/12

    Selengkapnya…

  • Memo No. 2

    We were faced with an alternative: loving or hating. Yet we easily chose to hate. How easy it is to hate. We can do it for every reason, or in the name of nothing at all. It becomes so easy that, eventually, we forget how to love. After walking hundreds of miles, we are surprised…

    Selengkapnya…

  • Welcome, Rain.

    You cannot stop the rain when it is already gathering in the sky. At times, you may worry about the storm, but there is no reason to fear it. Little by little, the sky turns darker. Then you remember that this, too, is part of a cycle. Perhaps the rain comes not to disturb us,…

    Selengkapnya…