A Journey Inward

Anjing!

Catatan No. 1

Lalu kata-kata itu menjelma jadi anjing yang menyalak-nyalak di kepalaku. Memanggilmu, menghardikmu yang terus berlari dan menghilang.

Sepanjang malam anjing itu berjingkat sana-sini. Menyalak tak mau diam. Aku kesal. Kuambil senapan, lalu kutembak kepalanya. Dor!

Anjing itu jatuh. Jadi kaku dan dingin. Lalu, pada selembar kertas catatan, jasadnya kubaringkan.

Kini, setiap kali kubaca catatan itu, aku teriak. Anjing!

*mengenang matinya Jinggo

Leave a comment

Anjing!