A Journey Inward

159

Ada kehidupan lain di kotak-kotak itu. Sering aku dengar gemuruh riuh, desis dan bunyi sunyi.

Aku sendiri hanya duduk di tepi. Sesekali berjalan mencermati. Tapi tak peduli.

Apa ya. Jalan. Jalanan. Aku benci ini! Bicara ana ini. Aku muak! Bisakah Kau dengar? Aku lelah.

Aku ingin masuk ke dalam salah satu kotak yang paling sunyi. Dan membeku. Seribu hitungan waktu kelak, tolong bangunkan aku. Pangku aku, dan ceritakan apa saja yang telah terjadi. Dan mungkin aku tetap tak peduli. Kecuali rinduku ini.

Leave a comment