A Journey Inward

Catatan In D (Onesia)

1
Kamu; serumit Indonesia, selebam kelopak matanya, sekoyak panji-panjinya.
Tapi aku selalu puja.

Kamu; sejauh cita-cita negeri ini dulu ingin merdeka, selama dan seletih kita menunggu cegaknya, kemudian sesepi kita mengingatnya.
Tapi, aku selalu ingin jumpa.

2
Aku mengenalmu dari kakek. Lalu mencintaimu bersama kakek.

Namun kakek telah pergi.

Ke Piasa Wetan. Di bawah salah satu pohon medang, beliau tiduran.

3
Lalau, Rendra menyusul mati.

4
Matinya Rendra adalah matinya beberapa kata, frasa, dan klausa.  Begitu kamu menalarnya.

Matinya Rendra adalah seperti perginya kamu tanpa menyisakan satu pun kata, sementara aku terus jadi jeda yang percuma.

5
Selepas kakek pergi, Rendra juga pergi, tinggallah aku dan Jinggo sendiri.

Aku cuma minta, tinggalkan satu saja kata yang tak akan pernah jadi percuma.

6
Kelak Jinggo dan aku pun pergi.

Hiduplah Indonesia Raya! Jangan biarkan aku jadi percuma!

7
Siapa pun yang pergi, kamu tetap seutuhnya Indonesia. Apapun yang kamu kena, aku selalu suka.

Leave a comment

Catatan In D (Onesia)