“Atau tunggulah esok di jembatan batu”.
—
Aku tidak terlalu terganggu oleh jeritan butir-butir air yang terjepit tumpukan batu, sampai kulihat kedatanganmu. Karena wajahmu begitu lengang. Seperti paginya ladang di sepanjang pematang. Dan aku tidaklah handal untuk memulai sebuah percakapan.
“Hei, selamat pagi.”
Leave a comment