Kehilanganmu tidak berarti seperti lenyapnya unsur 1-1-s secara tiba-tiba. Tidak. Matahari tetap seperti bentuk dan hakikatnya. Dan aku tidak perlu menunggu sampai 4,6 milyar tahun untuk membayangkan adanya sebuah kehidupan. Bahkan aku tidak perlu menunggu sampai aku merasa ada untuk membayangkan itu.
Kehilanganmu mungkin lebih menyakitkan daripada tidak pernah terciptanya sebatang rokok, sebatang coklat, secangkir kopi, sebuah paperino, seorang sor atau seorang tarrega, mungkin sebuah radio, atau bahkan sebuah sejarah. Segala hal yang membuatku lebih mudah untuk merasakan adanya kehidupan. Kotamu akan tetaplah angkuh dan sunyi baik tiada ataupun telah tiadanya kamu.
Kehilanganmu mungkin berarti segala hal berjalan dengan ketukan dan harmoni yang tidak tepat, atau sesuatu hal terlihat dalam bentuk-bentuk yang serba monokromatis. Dan, bertambahnya satu detik hidupku berarti bertambahnya satu hasta panjang padang yang kudu terlalui.
Kehilanganmu membuatku berpikir bahwa sejauh-jauhnya sakit, kita tetaplah berada di atas bumi yang sama, di bawah langit yang sama, di antara bintang-bintang yang nyaris sama, di dalam warna-warna yang sama. Kehilanganmu membuatku menyadari bahwa apapun yang terjadi terhadapmu dan terhadapku, tetaplah segala itu ditulis oleh tangan yang sama, pena yang sama, dan tinta yang sama. Kehilangan itu membuatku memahami bahwa ada sepasang garis bernama determinan yang dapat berarti bahwa aku tidaklah pernah kehilanganmu; hanya saja segala itu tidak dapat dijelaskan; dan menjadi sulit untuk sekedar dimengerti. Sementara cinta itu tetaplah sama.
Leave a comment